Menikmati 10 Gua Terpopuler di Jawa Barat

Gua merupakan bentukan alami yang tidak biasa terlepas atau berdiri sendiri dari linkungannya. Menurut IUS (International Union of Speleology), cave atau gua yaitu setiap ruang bawah tanah yang berbentuk lorong-lorong yang dapat ditelusuri/ dimasuki manusia. Oleh karena itu caving adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia terhadap gua dan lingkungannya. Ada tiga istilah yang sering digunakan oleh para penelusur gua yatu speleology (sering digunakan oleh orang Eropa), spelunking (oleh orang Amerika) dan caving (oleh orang Inggris). Namun di Indonesia istilah yang popular untuk sebutan penelusuran gua yatu caving sedangkan orang yang berkecimpung dalamnya disebut caver.

Jawa Barat memiliki sepuluh gua terpopuler yang punya potensi dan daya tarik wisata yang cukup tinggi bagi wisatawan dalam dan luar negeri. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, gua-gua itu antara lain Gua Sunyaragi dan Gua Kelelawar. Setiap gua itu memiliki sejarah dan temuan arkeologi yang memperkuat keberadaan gua di masa lampau. Berikut ini merupakan 10 gua terpopuler di Jawa Barat:

1. Gua Sunyaragi di Cirebon
Gua ini adalah situs unik di pinggiran Kota Cirebon. Gua Sunyaragi menempati lahan seluas 15.000 meter persegi dan merupakan milik Keraton Kasepuhan secara turun temurun. Bentuknya yang unik dengan rongga-rongga dan lorong-lorong yang berliku dan gelap menyerupai gua, sehingga membuatnya dikenal dengan Gua Sunyaragi. Situs ini awalnya merupakan Taman Kelangenan (Taman Kenikmatan) atau Taman Sari, yang fungsi utamanya untuk menyepi, maka dikenal pula sebutan Taman Kelangenan Sunyaragi. "Sunya" berarti "sunyi" atau "sepi" dan "ragi" berarti "raga".

2. Gua Belanda di Dago Pakar, Bandung
Gua Belanda ini merupakan gua buatan kolonial Belanda untuk sistem pertahanan di Bandung dan kini masuk Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Belanda membangun jaringan terowongan ini untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air Bengkok. Ada 15 lorong dan dua pintu masuk setinggi 3,2 meter untuk terowongan ini.

3. Gua Jepang di Dago Pakar, Bandung
Saat Jepang menjajah Indonesia, tentara Jepang mengambil alih Gua Belanda dan membangun gua lainnya sebagai basis pertahanan mereka yang tidak jauh dari Gua Belanda.

4. Gua Lalay atau Gua Kelelawar di Kabupaten Sukabumi
Gua Kelelawar berada di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, dan menjadi tempat bersarangnya jutaan kelelawar yang memberikan pemandangan tersendiri pada saat hewan malam itu terbang mengudara.

5. Gua Jepang di Pananjung, Pangandaran
Gua ini terdapat di Penanjung, tepatnya di kompleks Cagar Alam Pangandaran. Gua itu bekas pertahanan Jepang pada masa Perang Dunia II.

6. Gua Lanang di Pananjung, Pangandaran
Gua ini terletak di kawasan Cagar Alam Pananjung Pangandaran. Menurut legenda, dulu gua ini adalah Keraton Kerajaan Pananjung yang dipimpin Prabu Anggalarang dan permaisuri Dewi Siti Samboja atau Dewi Rengganis serta Patih Aria Kidang Pananjung. Prabu Anggalarang adalah seorang laki-laki yang gagah dan sakti, sehingga dijuluki Sang Lanang.

7. Gua Pawon di Kabupaten Bandung Barat
Gua ini terletak di atas ketinggian 601 meter di atas permukaan laut dan terletak di bukit daerah penambangan batu kapur. Pada masa lalu gua ini merupakan tepian danau purba. Berdasarkan hasil survei AC de Young dan GHR von Koenigswald pada 1930-1935 ditemukan alat-alat budaya pada masa lalu.

8. Gua Siluman atau Buni Ayu di Sukabumi
Gua alam di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Pemandangannya yang indah di dalamnya membuat gua ini populer. Ada beberapa kegiatan penelusuran gua (caving) di sini dengan beberapa tingkat kesulitan.

9. Gua Malawang di Tasikmalaya
Gua di Kabupaten Tasikmalaya ini merupakan komplek gua yang terletak di tengah perkebunan. Masyarakat sekitar memberinya bermacam nama, seperti Malawang, Batu Masigit, Keraton, Oyod, dan Gorin. Nama gorin (semacam tempayan air dari gerabah) diberikan berdasarkan temuan gorin oleh Taryana, Kepala Sekolah SKB Tasikmalaya, pada 1993 di salah satu gua. Pada penelitian berikutnya, Balai Arkeologi Bandung menemukan antara lain gerabah, keramik, alat batu berupa perkutor dan kapak batu, serta tulang-tulang binatang.

10. Gua Tambang Emas Pongkor di Kabupaten Bogor
Ini bekas terowongan penambangan emas milik Unit Bisnis Penambangan Emas Pongkor PT Aneka Tambang Tbk. Antam pertama kali mengeksploitasinya pada 1974. Di tempat itu pengunjung dapat melihat proses penambangan emas yang harus melalui serangkaian proses pengeboran, peledakan, pengerukan, pengangkutan, dan penimbunan kembali. Terowongan itu berdiameter 3,3 meter dan setinggi 3 meter. Apabila terus diikuti, terowongan ini akan tembus ke Gunung Pongkor, yang jauhnya sekitar 4 kilometer.

Sumber: https://travel.tempo.co/read/news/2015/04/15/204657890/ini-10-gua-terpopuler-di-jawa-barat

BAHASA INGGRIS
Cave is a natural formation that is not unusual apart or stand alone from its environment. According to IUS (International Union of Speleology), the cave or cave is any dungeon in the form of alleys that can be traced / entered by humans. Therefore caving is an activity performed by humans against the cave and its environment. There are three terms that are often used by the speleology cave searchers (often used by Europeans), spelunking (by Americans) and caving (by the English). But in Indonesia a popular term for cave calling yatu caving while the person who dabbled in it called caver.

West Java has ten most popular caves that have the potential and tourist attraction is high enough for tourists at home and abroad. Based on data from the Department of Tourism and Culture of West Java, the caves include Sunyaragi Cave and Bat Cave. Each cave has a history and archaeological findings that reinforce the existence of a cave in the past. Here are 10 most popular caves in West Java:

1. Sunyaragi Cave in Cirebon
This cave is a unique site on the outskirts of Cirebon City. Sunyaragi Cave occupies a land area of ​​15,000 square meters and belongs to the Kasepuhan Palace for generations. Its unique shape with its cavities and dark and winding passages resembles a cave, making it known as the Sunyaragi Cave. The site was originally a Kelangenan Park (Pleasure Garden) or Taman Sari, whose main function is to retreat, it is also known appellation Sunyaragi Kelangenan Park. "Sunya" means "silent" or "lonely" and "yeast" means "body".

2. Dutch Cave in Dago Pakar, Bandung
This Dutch Cave is a cave made by Dutch colonial for defense system in Bandung and now entered Forest Park Ir. H. Djuanda. The Netherlands built this tunnel network for Crooked Water Power Plant. There are 15 tunnels and two entrances as high as 3.2 meters for this tunnel.

3. Japanese Cave in Dago Pakar, Bandung
When the Japanese colonized Indonesia, the Japanese army took over the Dutch Cave and built another cave as their base of defense not far from the Dutch Cave.

4. Lalay Cave or Bat Cave in Sukabumi District
Bat Cave is located in Pelabuhan Ratu, Sukabumi, and becomes the nesting ground of millions of bats that give its own scenery when the animal that night flies on the air.

5. Japanese Cave in Pananjung, Pangandaran
This cave is located on Penanjung, precisely in the complex Pangandaran Nature Reserve. The cave was a former Japanese defense during World War II.

6. Lanang Cave in Pananjung, Pangandaran
This cave is located in Pananjung Pangandaran Nature Reserve area. According to legend, this is the first cave Pananjung led kingdom palace Prabu Anggalarang and consort Goddess or Dewi Rengganis Siti Samboja and Patih Aria Kidang Pananjung. Prabu Anggalarang is a man who is handsome and powerful, so dubbed Sang Lanang.

7. Pawon Cave in West Bandung Regency
The cave is situated at an altitude of 601 meters above sea level and is situated on a hill limestone mining area. In the past this cave is the edge of ancient lakes. Based on the results of a survey of AC de Young and GHR von Koenigswald in 1930-1935 found cultural tools in the past.

8. Gua Siluman or Buni Ayu in Sukabumi
Natural Cave in Kertaangsana Village, Nyalindung Subdistrict, Sukabumi Regency. The beautiful scenery inside makes this cave popular. There are some caving search activities here with some difficulty levels.

9. Malawang Cave in Tasikmalaya
The cave in Tasikmalaya Regency is a cave complex located in the middle of a plantation. The surrounding community gave him various names, such as Malawang, Masigit Stone, Keraton, Oyod, and Gorin. The name gorin (a kind of water pot from pottery) was given based on the findings gorin by Taryana, Principal SKB Tasikmalaya, in 1993 in one of the caves. In subsequent research, Balai Archeologi Bandung found, among others, pottery, ceramics, stone tools in the form of stone and stone axes, and animal bones.

10. Pongkor Gold Mine Cave in Bogor Regency
This is a gold mining tunnel belonging to Pongkor Gold Mining Business Unit PT Aneka Tambang Tbk. Antam was first exploited in 1974. In that place visitors can see the gold mining process that must go through a series of processes of drilling, blasting, dredging, transporting, and backfilling. The tunnel is 3.3 meters in diameter and 3 meters tall. If followed, this tunnel will pass to Mount Pongkor, which is about 4 kilometers away.

Related : Menikmati 10 Gua Terpopuler di Jawa Barat

0 Komentar untuk "Menikmati 10 Gua Terpopuler di Jawa Barat"

Note: Only a member of this blog may post a comment.